Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Jumardi mengatakan pekerjaan dapat dirampungkan secara keseluruhan pada bulan Oktober tahun ini.
“Dengan kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini, baik dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga dukungan masyarakat setempat, saya berharap semua proses pekerjaan dapat berjalan dengan lancar,” kata Jumardi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Jumardi menjelaskan penandatanganan kontrak kerja pembangunan jembatan layang penghubung antara Stasiun KRL Bojonggede dengan Terminal Tipe C Bojonggede telah dilakukan 19 April 2022 lalu.
Ia juga menyampaikan bahwa dimulainya pekerjaan fisik Skybridge Bojonggede tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah menyelesaikan pembebasan lahan.
Skybridge Bojonggede sendiri sepenuhnya dibiayai oleh APBN senilai Rp16,5 miliar melalui anggaran BPTJ Tahun 2022. Sementara Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan.
"Keberadaan jembatan layang tersebut nantinya diharapkan akan dapat mengurangi kesemrawutan kondisi lalu lintas di sekitar Stasiun Bojonggede seperti yang terjadi saat ini," ujarnya.
Pewarta: Adimas Raditya Fahky PEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.