Indramayu (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memperkuat pengawasan kualitas udara melalui pengoperasian alat bernama Air Quality Monitoring System (AQMS) di daerah tersebut, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Indramayu Subyar Mujihandono mengatakan penggunaan AQMS memungkinkan data mutu udara, bisa diperbarui setiap jam dan dapat langsung diakses masyarakat.
“Alat AQMS ini terhubung dengan aplikasi bernama ISPUNet. Jadi masyarakat bisa memantau kondisi udara di Indramayu secara real time,” kata Subyar dalam keterangannya di Indramayu, Senin.
Ia menyampaikan, aplikasi ISPUNet dapat diunduh melalui ponsel pintar, untuk menampilkan indikator kualitas udara yang dapat dipantau setiap waktu.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi ini membuat proses pengawasan lebih mudah dan transparan, sehingga bisa menjadi masukan untuk penguatan program terkait lingkungan hidup di Indramayu.
Subyar meyakini kemudahan akses tersebut mampu meningkatkan kepedulian warga, terhadap kondisi udara serta mendorong perilaku lebih ramah lingkungan.
Ia mengemukakan hasil pemantauan Indeks Kualitas Udara (IKU) pada 2024, menunjukkan peningkatan nilai dibandingkan tahun sebelumnya.
“Nilai IKU 2024 (di Indramayu) tercatat 89,10, naik dari 86,96 pada tahun sebelumnya,” katanya.
Pemantauan tersebut, lanjut dia, dilakukan menggunakan passive sampler yang dipasang di empat titik mewakili kawasan transportasi, perkantoran, industri, dan perumahan.
