Bandung (ANTARA) - Komisi VII DPR RI yang Senin ini melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT LEN Industri, menilai industri teknologi pertahanan ini karena sifatnya yang strategis, tidak boleh dituntut berdasarkan basis revenue atau untung seperti BUMN lainnya.
Menurut Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, fokus utama PT LEN, adalah menghasilkan produk-produk strategis yang memperkuat ketahanan negara, sehingga mereka didorong untuk semakin memperkuat produksi teknologi strategis dalam negeri guna menjaga ketahanan dan kedaulatan nasional.
"Industri seperti LEN ini sangat spesifik. Tidak boleh disamakan dengan BUMN lain. Kalau BUMN lain kita tuntut revenue, tapi LEN ini basisnya adalah produk-produk yang menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Itu yang kita dorong ke depan," kata Lamhot di PT LEN Bandung, Senin.
Lamhot menegaskan bahwa PT LEN memiliki peran vital dalam pengembangan teknologi pertahanan maupun sistem strategis lainnya, sehingga orientasinya jangan hanya pendapatan atau revenue.
"Kalau bicara soal kedaulatan dan pertahanan negara, kita ingin PT LEN benar-benar berkontribusi menjaga kedaulatan bangsa. Sehingga ke depan kita tidak lagi bergantung pada produk impor yang berkaitan dengan sektor pertahanan," ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa hingga saat ini Indonesia masih menyimpan sebagian besar datanya di penyimpanan luar negeri seperti iCloud yang dinilainya sangat rentan terhadap kebocoran informasi dan ancaman siber.
Hal serupa juga terjadi pada berbagai alat utama sistem pertahanan seperti radar, satelit, drone, hingga industri persenjataan yang masih bergantung pada produk asing.
"Kalau kita mampu memproduksi semua itu di dalam negeri, maka secara tidak langsung kedaulatan kita utuh dan terjaga. Tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak luar," ucapnya.
Ketika ditanya mengenai bentuk dukungan konkret dari DPR untuk memperkuat industri strategis tersebut, Lamhot menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal berbagai kebutuhan PT LEN, tidak hanya untuk tahun depan, tetapi juga untuk saat ini.
"Jangan bicara tahun depan saja. Untuk kebutuhan saat ini pun kita dukung. Siap," tuturnya.
Dalam kunjungan kerja spesifik ke PT LEN kali ini, Komisi VII DPR diwakili oleh Lamhot Sinaga, Samuel JD Watimena, Eva Monalisa, Athar Ghautari Ardi, dan Iman Adinigraha yang diterima oleh Dirut PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan beserta jajaran direksi Defend Id, perwakilan Kementerian Perindustrian, dan Pemprov Jawa Barat.
