Bandung (ANTARA) - Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Al Busyra Basnur menyatakan bahwa 70 persen keberhasilan diplomasi publik suatu negara ditentukan oleh aktor nonpemerintah atau komunitas masyarakat.

"Aktor pemerintah itu hanya menyumbang 30 persen. Justru, 70 persen keberhasilan diplomasi publik lahir dari komunitas dan masyarakat," kata Al Busyra di sela Seminar Internasional bertajuk 'Revitalizing The Spirit of Bandung and Pancasila to Enhance Global People-to-People Cooperation' di Bandung, Selasa.

Diplomat karier yang telah bertugas hampir 40 tahun tersebut menjelaskan, hubungan antar-pemerintah (Government-to-Government/G2G) rentan terhadap batasan waktu dan perubahan rezim politik, seperti pergantian menteri maupun direktur jenderal setiap tiga hingga lima tahun.

Sebaliknya, konektivitas antarmasyarakat (people-to-people) yang melibatkan akademisi, media, lembaga pemikir (think tank), hingga mahasiswa, bersifat abadi.

Al Busyra menegaskan seminar yang digagas oleh pihaknya dengan mengangkat Semangat Bandung dan Pancasila kali ini, karena saat ini makin dibutuhkan.

Menurut dia, di tengah eskalasi konflik global saat ini, esensi Semangat Bandung 1955 (Konferensi Asia Afrika 17-24 April 1955) jauh lebih relevan untuk dihidupkan kembali melalui jalur nonpemerintah ini.

"Semangat Bandung tentang solidaritas melawan kolonialisme, kesetaraan, dan lain sebagainya, di tengah beberapa tahun ini kita melihat begitu banyak konflik, krisis, kesenjangan, dan bahkan perang, dalam menghadapi situasi seperti ini semangat Bandung bagi saya bahkan jauh dan jauh lebih relevan dibandingkan dengan masa lalu dan kita lebih membutuhkan sekarang," ucap dia

Namun, pertanyaan yang disepakati olehnya juga menjadi pekerjaan rumah, adalah bagaimana cara menyebarluaskan Semangat Bandung yang masih sangat relevan ini.

"Ya melalui konferensi seperti ini, kita mencoba mengingatkan masyarakat di Indonesia, masyarakat di kawasan, dan juga di seluruh dunia tentang semangat Bandung yang digagas 71 tahun yang lalu, dimulai dari sini, di kota yang sangat bersejarah ini. Ini yang harus kita lakukan sekarang adalah kita mengingatkan masyarakat di dunia bahwa semangat Bandung tetap sangat relevan," kata dia.

Sebagai langkah konkret dari pertemuan di Bandung, Al Busyra mengatakan PPIT berkomitmen untuk merumuskan rekomendasi strategis guna diserahkan kepada Pemerintah Indonesia.

"Hasil pemikiran dari seminar ini akan kami formulasikan menjadi rekomendasi penting kepada pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, sekaligus membagikan informasi tersebut kepada mitra kami, China's People's Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC)," ujar mantan Duta Besar RI untuk Etiopia tersebut menambahkan.

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PPIT: 70 persen keberhasilan diplomasi ditentukan aktor nonpemerintah

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026