Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menyebut timbunan sampah di wilayahnya terus meningkat, dan pihaknya melibatkan mahasiswa untuk mengatasinya.
Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin, mengatakan bahwa pengelolaan sampah saat ini menghadapi berbagai kendala, termasuk keterbatasan anggaran, sarana prasarana, dan kesadaran masyarakat.
“Saat ini timbunan sampah di Sumedang mencapai 120 hingga 140 ton per hari. Belum seluruhnya dapat tertangani karena keterbatasan anggaran, sarana, dan edukasi masyarakat,” ujarnya.
Fajar menjelaskan kondisi tersebut menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, sekolah, dan masyarakat umum, dalam upaya edukasi dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ia menambahkan, Pemkab Sumedang telah melakukan identifikasi titik rawan sampah, dan akan memberikan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar aturan, serta hadiah bagi mereka yang berhasil mengelola sampah dengan baik.
“Mahasiswa bukan hanya membuat karya, tetapi menyampaikan pesan penting tentang pengelolaan sampah,” ujarnya.
Selain pengelolaan sampah, Fajar menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap isu sosial yang terjadi di sekitar mereka, seperti bahaya pernikahan dini yang dinilai dapat melahirkan generasi rawan stunting di kemudian hari.
