Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat terus berupaya mengoptimalkan pengembangan wisata budaya agar lebih memiliki daya tarik tersendiri, sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah ke Garut.
"Bagaimana caranya kita menumbuhkan beberapa 'event' atau kegiatan di Garut, sehingga ini mendorong wisatawan ke Garut, terutama meningkatkan lama tinggal juga," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika di Garut, Kamis.
Ia menuturkan, wisata budaya di Kabupaten Garut cukup berpotensi untuk terus dikembangkan, seperti halnya destinasi wisata yang sudah ada di Garut pada umumnya, sehingga keberadaannya tidak terlupakan.
Disparbud Garut, kata dia, mencatat ada 127 situs budaya yang memiliki potensi sebagai wisata budaya, sehingga menarik untuk dikunjungi, apalagi saat ini sudah ada beberapa wisata budaya di Garut cukup banyak pengunjungnya.
"Yang sering agak terlupakan wisata-wisata budaya, saya mencatat ada 127 situs budaya yang ada di Kabupaten Garut," katanya.
Menurut dia, berbagai situs budaya yang ada di Kabupaten Garut selama ini belum dikelola secara maksimal, salah satunya dalam menyelenggarakan agenda tahunan karena adanya keterbatasan anggaran.
Upaya agar wisata budaya tetap bisa menarik dikunjungi, kata dia, maka pemerintah daerah melibatkan komunitas atau pegiat seni dan budaya untuk menyelenggarakan kegiatan tahunan di Garut.
"Ini yang sedang kita komunikasikan dengan teman-teman pegiat wisata seni dan budaya," katanya.
Disparbud Garut mencatat wisata budaya yang cukup dikenal yakni Situ Cangkuang yang terdapat wisata budaya seperti Candi Cangkuang, dan Kampung Adat Pulo di Kecamatan Leles. Selanjutnya wisata budaya Kampung Adat Dukuh di Kecamatan Cikelet.
Selain itu, terdapat wisata religi, dan agenda tahunan wisata tradisi seperti kegiatan Hajat Laut, dan berbagai kegiatan lainnya yang biasa diselenggarakan komunitas masyarakat Garut.
