Garut (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan menyatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat miskin di Garut, Jawa Barat yang selama ini tidak mendapatkan bantuan pemerintah agar segera diperhatikan melalui program untuk kesejahteraan masyarakat.
"Masih ada masyarakat kategori miskin yang tidak mendapatkan bantuan pemerintah, tentunya ini yang akan terus kami perjuangkan," kata Yudha di Garut, Selasa.
Ia menuturkan, hasil di lapangan menemui langsung masyarakat masih terdapat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang belum menggambarkan potret peringkat kesejahteraan warga di Kabupaten Garut.
Seperti yang ditemukan di lapangan, kata dia, ada anak yatim di Kampung Sukatani, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler yang bersekolah di SMK Qurrota Ayun Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang tidak mampu bayar biaya pendidikan.
"Menunggak uang bangunan sekolah di SMK Qurrota Ayun, juga belum bayar biaya untuk praktik kerja lapangan," katanya.
Ia menyebutkan, siswa tersebut selain sibuk sekolah juga harus merawat neneknya yang sudah lima tahun menderita kelumpuhan dan tinggal di rumah peninggalan anaknya.
Namun keluarga tersebut, kata dia, selama ini masuk dalam Desil 6-10 dalam DTSEN, sehingga tidak mendapatkan program bantuan pemerintah pusat seperti Kartu Indonesia Pintar.
"Karena yang bersangkutan masuk Desil 6-10 dalam DTSEN sehingga tidak dapat bantuan Kartu Indonesia Pintar, padahal anak itu sangat membutuhkannya," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026