Kota Bogor (ANTARA) - Mahkota Binokasih Sanghyang Paké tiba di Bale Pakuan Padjadjaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, untuk mengikuti rangkaian Kirab Budaya ke-6 “Nitis Wanci Batu Tulis” yang akan digelar di kawasan Batu Tulis pada Jumat (8/5/2026) malam.

Setibanya di Bale Pakuan Padjadjaran, delegasi Karaton Sumedang Larang yang membawa Mahkota Binokasih Sanghyang Paké disambut langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor.

Dedie mengatakan kedatangan Mahkota Binokasih menjadi momentum istimewa bagi Kota Bogor karena memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Pajajaran dan Karaton Sumedang Larang.

“Bogor mendapatkan sebuah kesempatan yang istimewa, karena memang kedekatan antara Bogor dengan Sumedang, terlebih lagi dengan kesejarahan dan juga latar belakang bahwa pada saat Kerajaan Pajajaran berpindah ke Sumedang, beberapa artefak, termasuk benda-benda prasasti sejarah, semuanya sekarang ada di Karaton Sumedang Larang,” kata Dedie.

Ia menjelaskan Mahkota Binokasih Sanghyang Paké merupakan simbol Kerajaan Pajajaran yang dahulu digunakan para raja Sunda.

Mahkota tersebut diketahui terbuat dari emas 18,8 karat dengan bobot sekitar delapan kilogram dan menjadi salah satu pusaka penting dalam sejarah Tatar Sunda.

Menurut Dedie, kehadiran Mahkota Binokasih di Kota Bogor juga menjadi pengingat bahwa peradaban Sunda memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang besar.

Berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mahkota tersebut disebut sezaman dengan Kerajaan Majapahit.

Dedie berharap kirab budaya yang akan digelar pada Jumat malam dapat mempererat silaturahmi antardaerah di Jawa Barat sekaligus memperkuat komitmen menjaga warisan budaya Sunda.

Sementara itu, Gumaran Pati Mahapatih Karaton Sumedang Larang Rd. Lily Jamhur Soemawilaga menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Bogor terhadap rombongan pengawal Mahkota Binokasih Sanghyang Paké.

“Ini merupakan sebuah momentum magis. Dengan adanya Kirab Milangkala Tatar Sunda ini, akan muncul fenomena baru, bagaimana keberadaan Mahkota Binokasih Sanghyang Paké bisa kembali mengikat tali kekerabatan di antara kita, bahwa kita merupakan satu saudara,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya sejarah, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kirab Budaya ke-6 “Nitis Wanci Batu Tulis” dijadwalkan berlangsung Jumat malam mulai pukul 19.30 WIB dengan rute dari Museum Pajajaran Batutulis hingga Lawang Suryakancana di Kota Bogor.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026