Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengembalikan Mahkota Binokasih (Binokasih Sanghyang Pake) kepada pihak Keraton Sumedang Larang setelah diarak dalam rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda ke sembilan kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Melalui prosesi penyambutan adat yang khidmat, mahkota pusaka Kerajaan Sunda peninggalan abad ke-14 tersebut kini telah disimpan kembali di tempat asalnya, yakni Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang.

Dedi dalam keterangan di Bandung, Selasa, mengungkapkan perjalanan Kirab Budaya Tatar Sunda tidak sekadar ritual adat, melainkan terbukti memberikan dampak konkret pada peningkatan perputaran roda perekonomian masyarakat setempat.

"Coba lihat hotel-hotel penuh, orang yang berkunjung ke Jawa Barat makin meningkat, dan beberapa daerah mulai nampak bersih," kata Dedi.

Pasca-pelaksanaan kirab monumental ini, Dedi berharap seluruh daerah di Jawa Barat dapat terstimulasi untuk menjadi jauh lebih baik, terutama dari sisi pengelolaan kebersihan kawasan hingga penataan estetika lingkungan.

Ia mencontohkan, kondisi empiris penataan lingkungan keraton-keraton di Cirebon yang saat ini dinilai kurang mendapat ruang terbuka akibat terkepung oleh menjamurnya bangunan-bangunan baru yang tidak selaras dengan arsitektur cagar budaya.

"Ke depan, seluruh bangunan yang ada di sekitar keraton itu harus selaras, baru akan melahirkan gelombang publik untuk datang berkunjung," ucapnya.

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan kepada masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru mengejar kuantitas tingkat kunjungan wisatawan, melainkan harus mengedepankan kualitas penataan kawasan ke arah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

"Yang paling utama kita jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir orang berkunjung. Satu saja, kita urus lembur kita, kota ditata. Sudah saja itu dulu, nanti setelah itu nanti ada hikmah," kata Dedi.



Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026