Bandung (ANTARA) - Komisi V DPRD Jawa Barat mendukung penuh pelaksanaan Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung’ guna mengantisipasi fenomena kelonjakan penduduk lansia (aging population) yang kini menyentuh angka 11 persen di wilayah ini.

Langkah strategis yang diinisiasi  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar ini, dinilai krusial untuk menjaga kualitas hidup perempuan lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif.

"Saya sebagai Anggota DPRD selalu memberikan dukungan untuk peningkatan urusan perempuan, keluarga, dan anak, dan lansia itu ada di urusan keluarga. Sehingga saya sebagai wakil rakyat mendengarkan 5,9 juta lansia untuk hadir menjadi miniatur bahwa sekolah lansia itu sangat dibutuhkan oleh para lansia," ujar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi V, Siti Muntamah dalam keterangan di Bandung, Selasa.

Siti menegaskan legislatif menaruh perhatian serius terhadap program ini karena urusan perlindungan lansia melekat erat pada ketahanan keluarga.

Dia juga memastikan Komisi V akan terus mengawal DP3AKB Provinsi Jawa Barat selaku mitra kerja dalam upaya mendongkrak kesejahteraan lansia, khususnya kelompok perempuan.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti memaparkan urgensi pembentukan sekolah nonformal ini didorong oleh struktur demografi Jawa Barat yang mulai memasuki fase penuaan penduduk secara masif.

"Memang pertumbuhan penduduk sekarang ini angka terakhir itu adalah aging population kita 11 persen, sehingga 5,9 juta penduduk itu adalah lansia, dengan jumlah lansia perempuan lebih banyak dari laki-laki, 51,71 persen perempuan, sehingga kami memandang perlu adanya sekolah lansia perempuan," kata Siska.

Melalui wadah pendidikan nonformal ini, para lansia perempuan dibekali dengan berbagai pengetahuan praktis, keterampilan, serta dukungan psikososial agar mereka mampu menghadapi fase masa tua secara mandiri dan berkualitas.

Melalui Program Sekolah Lansia Perempuan ‘Nyaah Ka Indung', pihak DPRD Provinsi Jawa Barat berharap para lansia perempuan di Tatar Sunda tidak menjadi beban instansi, melainkan dapat terus berdaya, memiliki pengetahuan yang memadai, serta tetap berperan aktif dalam ruang lingkup keluarga.

 

 



Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026