Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menurunkan sebanyak 46 petugas yang tergabung dalam tim siaga guna melakukan pemeriksaan kesehatan dan memastikan kelayakan hewan ternak yang hendak dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 2026.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Selasa, mengatakan tim siaga akan menyasar seluruh peternakan hingga kelompok peternak mulai dari utara hingga selatan Cianjur, guna memberikan berbagai pelayanan termasuk pemberian vaksin secara cuma-cuma.

“Ini merupakan penugasan yang sangat penting dan mulia, tidak hanya memastikan kesehatan hewan tapi menjaga rasa aman dan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban,” katanya.

Dia mengingatkan agar seluruh petugas senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas di lapangan, menjalankan tugas sesuai prosedur, menjaga integritas, dan memberikan edukasi yang baik pada masyarakat ketika ada temuan.

"Tim siaga kesehatan hewan dan unsur terkait akan bertugas melakukan pemeriksaan di berbagai titik termasuk di tempat penjualan dan lokasi penyembelihan hewan kurban," katanya.

Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Cianjur Iwan Setiawan, mengatakan dari puluhan petugas yang diturunkan akan melakukan tugas di seluruh wilayah Cianjur, namun lebih difokuskan di wilayah Cianjur utara.

Dia mengemukakan, populasi hewan kurban dan pelaku usaha ternak lebih banyak berada di kawasan tersebut, sehingga sebagian besar petugas akan menyasar seluruh peternakan dan kelompok peternak guna memastikan kesehatan dan kelayakan hewan sebelum dikurbankan.

“Sebelum menyebar petugas, kami sudah melakukan pendataan hewan ternak sejak April hingga saat ini, dimana jumlah hewan ternak baik sapi atau kambing jumlahnya terus bertambah menjelang hari raya kurban," katanya.

Petugas juga akan menyisir hewan kurban yang dijajakan di pinggir jalan, guna memastikan kesehatan dan kelayakannya secara maksimal agar pembeli dapat yakin dengan hewan yang dibeli untuk dikurbankan terjamin sehat dan layak.

"Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar memenuhi syarat kesehatan, kualitas, dan kehalalan, dimana sejumlah ketentuan harus dipenuhi agar hewan dapat dinyatakan layak sebagai hewan kurban," katanya.

 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026