Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membantu pemulangan seorang warga Kecamatan Leuwigoong, Garut, yang terlantar di daerah tempat kerjanya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan meminta bantuan untuk bisa pulang ke kampung halaman.

"Alhamdulillah, sudah berada di kampung kita lagi, di Kabupaten Garut lagi," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana di Garut, Selasa.

Ia menuturkan Pemkab Garut mendapatkan laporan adanya seorang warga Kecamatan Leuwigoong, Garut, Wahyu Gunawan yang berada di NTT tidak bisa pulang ke Garut.

Selanjutnya, kata dia, jajaran pemerintah daerah (pemda) berkoordinasi dengan pihak terkait untuk bergerak cepat membantu warga Garut tersebut sampai akhirnya bisa kembali dan tiba di Garut pada Senin (18/5) dalam kondisi selamat dan sehat.

"Kami tetap memfasilitasi kepulangan dia menuju ke rumahnya dari Pemkab Garut, Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati melalui Dinas Sosial, Alhamdulillah Wahyu dalam keadaan sehat walafiat," katanya.

Keterangan sementara dari Wahyu, kata dia, awalnya Wahyu pergi ke NTT untuk bekerja sebagai tukang bangunan di tempat pembangunan perumahan di daerah itu.

Namun karena ada masalah dalam pembangunan perumahan itu, kata dia, maka pihak pemberi kerja meninggalkan semua pegawai, termasuk warga Garut, yang akhirnya terlantar, dan tidak punya uang untuk pulang kampung.

"Jadi pekerja-pekerja tidak bisa pulang, diterlantarkanlah di sana," katanya.

Selain membantu pemulangan, Pemkab Garut juga memberikan santunan sebesar Rp3 juta untuk Wahyu yang dapat digunakan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Warga Garut yang terlantar, Wahyu, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pemulangannya dari NTT hingga sampai ke Garut.

"Terima kasih atas bantuannya, perhatiannya, dan upaya yang telah dilakukan sehingga saya bisa kembali pulang dari NTT ke Garut dengan selamat," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026