Bandung (ANTARA) - Penyanyi-penulis lagu asal Korea Selatan Shaun baru aja ngerilis single pre-release terbarunya yang berjudul “Diary”.
Single ini jadi pre-release ketiga menjelang EP terbaru Shaun, setelah sebelumnya dia merilis “Pixels” dan “Night Walk”. Masih nyambung sama konsep proyeknya, lagu ini ngegambarin refleksi tenang soal waktu dan emosi - kayak lagi nulis catatan pribadi yang nyimpen cerita masa lalu dan masa sekarang.
Secara musik, “Diary” punya warna band dengan dominasi gitar elektrik. Aransemennya dibuat simpel dan terbuka, fokus ke melodi dan alur suara, dipadu lirik yang kalem dan introspektif. Frasa seperti “old paper and clumsy handwriting” jadi simbol jejak waktu yang udah lewat, tapi dilihat dari sudut pandang yang damai, bukan sekadar nostalgia.
Seperti karya-karyanya sebelumnya, Shaun tetap turun langsung dalam proses penulisan, komposisi, sampai produksi buat menjaga ciri khas musiknya.
Video musik yang bakal dirilis juga ikut memperluas sisi emosional lagu ini lewat cerita visual tentang kenangan masa kecil sebuah kelompok fiktif bernama “The Time Machine Club” yang dikaitkan dengan masa kini. Ceritanya jadi metafora tentang waktu yang nggak bisa diulang dan hubungan yang tetap bertahan meski waktu terus berjalan. Visual sinematik dengan gaya analog makin menguatkan nuansa nostalgia dan refleksi di lagu ini.
Shaun sendiri bakal terus ngembangin proyek ini lewat EP penuh yang dijadwalkan rilis April 2026, yang bakal ngejelajahin perjalanan yang sudah dia lewati sekaligus arah barunya, sebagai gambaran bab berikutnya dalam dunia musiknya.
