Bandung (ANTARA) - Peneliti sejarah sekaligus penulis, Yudi Hamzah, menegaskan bahwa lahan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo sejak awal bukan merupakan milik individu, melainkan berasal dari taman kota yang dibangun oleh pemerintah.
Yudi menjelaskan, sebelum menjadi kebun binatang, kawasan tersebut merupakan taman yang dibuat khusus oleh pemerintah kota sebagai hadiah peringatan 25 tahun Kota Bandung pada masa Hindia Belanda.
“Awalnya itu taman. Dibuat oleh pemerintah kota saat itu sebagai kado ulang tahun Kota Bandung. Baru kemudian sebagian lahannya digunakan untuk kebun binatang,” kata Yudi di Bandung, Senin.
Baca juga: Pemkot bilang Bandung Zoo belum dapat beroperasi
Baca juga: Bantuan pakan Bandung Zoo ditolak, bagaimana nasib satwanya?
Menurut Yudi, pemerintah kota saat itu menyediakan sebagian lahan taman untuk digunakan sebagai kebun binatang. Namun, ia mengaku belum menemukan data pasti terkait batas awal lahan tersebut.
“Data yang saya temukan, luas taman awalnya sekitar lima hektare. Sementara luas kebun binatang sekarang hampir 14 hektare. Batas-batas penambahannya masih saya telusuri,” ujarnya.
Yudi mengatakan riset tersebut ia lakukan saat menyusun buku berjudul Kado untuk Bandung: Dari Taman Menjadi Kebun Binatang, yang disusun berdasarkan sumber arsip sejarah, terutama surat kabar berbahasa Belanda terbitan sezaman.
Dalam penelitiannya, ia menemukan sejumlah fakta yang meluruskan narasi sejarah yang selama ini berkembang, termasuk soal kepengurusan kebun binatang.
Lebih lanjut, Yudi menilai Kebun Binatang Bandung memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi masyarakat. Ia menyebut kebun binatang sebagai bagian dari memori kolektif warga Bandung lintas generasi.
“Secara kultural, kebun binatang ini milik warga. Lahannya milik pemerintah, pengelolaannya untuk kepentingan publik. Kalau sampai hilang, masyarakat pasti kehilangan ruang rekreasi dan edukasi yang punya ikatan emosional sangat kuat,” katanya.
Ia berharap hasil riset tersebut dapat menjadi rujukan dalam melihat sejarah dan masa depan Kebun Binatang Bandung secara lebih utuh dan berbasis data.
Baca juga: Peneliti sebut lahan Bandung Zoo telah disiapkan pemerintah kolonial
