Bandung (ANTARA) - Kalau hari ini orang viral karena joget TikTok atau curhat di podcast, beda cerita sama Bandung tahun 1953.

Zaman belum ada WiFi, belum ada Twitter, tapi… confidence sudah ahead of time.

Bayangin aja, pagi-pagi ada seorang dukun muda yang literally datang ke pejabat daerah, bukan buat minta bantuan—tapi mau ngasih solusi buat negara.

Ini bukan skenario film, ini kejadian asli, fix no gimmick. Berikut faktanya! 

Bandung, 16 Mei 1953 (ANTARA).
Seorang perempuan bernama Nji Dowi, yang dikenal sebagai “dukun muda” dan tinggal di Kampung Babakan Sarabaja, Bandung, kemarin pagi mendatangi Bupati Bandung. 

Kedatangannya tidak sendiri. Ia diantar seorang laki-laki dan disertai tiga orang perempuan lainnya.
Di hadapan Bupati Bandung serta Kepala Djawatan Penerangan Kabupaten yang turut hadir, Nji Dowi menyampaikan keinginannya untuk menghadap Presiden Republik Indonesia. 

Maksudnya bukan main-main. Ia ingin menyampaikan pendapat dan pemikirannya tentang cara mengatasi kesulitan negara yang tengah dihadapi saat itu.

Sebelum kembali ke rumahnya, Nji Dowi sempat melakukan semacam demonstrasi kepandaian di hadapan para pejabat. 

Ia memperlihatkan kemampuannya dengan berbicara dalam bahasa Arab, Inggris, dan Belanda, membuat suasana pertemuan menjadi perhatian tersendiri.

Mengenai permintaan untuk menghadap Presiden, Kepala Djawatan Penerangan menjelaskan bahwa keinginan tersebut tidak dilarang, namun harus melalui tata tertib dan prosedur yang semestinya. 

Dengan janji “menunggu kabar selanjutnya”, Nji Dowi pun mengakhiri pertemuan dan pulang ke kediamannya.

Sumber: Pusat Data dan Layanan Informasi ANTARA

Bandung selalu punya cerita unik bahkan sejak puluhan tahun lalu. Di kota ini, ide besar bisa lahir dari siapa saja: pejabat, rakyat biasa, bahkan seorang dukun muda dari kampung.

Tahun 1953 mungkin terasa jauh, tapi keberanian Nji Dowi datang langsung ke bupati dengan keyakinan penuh adalah pengingat bahwa Bandung sejak dulu memang kota yang penuh nyali, penuh cerita, dan kadang… di luar nalar.

Bandung, dari dulu sampai sekarang, emang beda.



Pewarta: Antaranews Jabar
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026