Sumedang (ANTARA) - Wakil Bupati Sumedang, Jawa Barat, M. Fajar Aldila, memaparkan bahwa faktor anggaran menjadi tantangan terbesar dalam proses pengangkatan status kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Kendala saat ini adalah anggaran karena kini belanja pegawai sudah mencapai lebih dari Rp250 miliar. Hari ini saja sudah 5.400 lebih yang diangkat. Jika kita menambah lagi pegawai dari paruh waktu ke penuh waktu, otomatis akan membengkak,” ujarnya saat diwawancarai di Sumedang pada Senin.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya mendorong proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menuju status pegawai penuh waktu, tetapi hal itu harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Namun kami tidak pesimis. Insyaallah apabila fiskal kita cukup, mereka bisa secepatnya menjadi pegawai penuh waktu,” tambahnya.
Fajar menyampaikan bahwa ke depannya peningkatan status pegawai akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas setiap sektor.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pihaknta akan mendukung penuh terkait kebijakan kepegawaian berada di tangan pemerintah pusat.
“Untuk kebijakan selanjutnya, kami tidak dapat mengambil langkah apa pun karena itu keputusan MenPAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) dan Menteri Dalam Negeri. Apa pun instruksi pemerintah pusat, Kabupaten Sumedang pasti akan mengikuti,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara dalam menjalankan tugas.
“Harapannya, seperti yang disampaikan Pak Bupati, para ASN harus mensyukuri hidup. Di dalam korps KORPRI pun disebutkan bahwa kepentingan negara dan masyarakat harus diutamakan di atas kepentingan pribadi,” tutupnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang melantik sebanyak 5.408 pegawai PPPK pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 Tahun 2025. Adapun rinciannya meliputi 1.491 guru, 656 tenaga kesehatan, dan 3.261 tenaga teknis.
