Sumedang (ANTARA) - Wakil Bupati Sumedang, Jawa Barat, M. Fajar Aldila menyampaikan akan menindak tegas pegawai yang bermain-main dalam proses pengurusan perizinan di wilayah administrasi Sumedang.
“Para calo yang menjanjikan izin cepat keluar dan berbagai janji lainnya akan kami tindak tegas,” ujarnya saat memberikan pengarahan SAKIP di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPPEDA) Sumedang, Rabu.
Ia menegaskan bahwa Pemda Sumedang tidak pernah mempersulit proses perizinan maupun investasi yang masuk ke Sumedang.
“Kami Pemda Sumedang tidak akan pernah mempersulit perizinan ataupun investasi yang masuk,” tambahnya.
Fajar menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan agar tidak ada calo yang mencoba bermain ketika investor masuk dan menawarkan janji-janji palsu.
“Saya sudah bilang ke Pak Bupati akan menindak keras oknum-oknum, khususnya ASN, yang bermain seperti itu,” tegasnya.
Wabup menambahkan semua pihak harus menaati aturan dan menjalani prosedur sesuai ketentuan dalam pengurusan izin.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa BAPPPPEDA harus memiliki standar kompetensi tinggi karena memegang peran strategis sebagai penjaga arah pembangunan.
“BAPPPPEDA sejatinya adalah perencana dan penggerak perubahan. BAPPPPEDA adalah penjaga kompas pembangunan apakah sejalan atau tidak dengan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” jelasnya.
Bupati mendorong jajaran BAPPPPEDA untuk terus belajar dan memperluas jaringan guna meningkatkan kualitas perencanaan. Menurutnya, dua prinsip utama yang harus dipegang adalah berbasis data.
Ia juga menekankan pentingnya kecepatan dan kelincahan dalam bekerja untuk mendukung pembangunan.
“BAPPPPEDA harus cepat dan lincah dalam membuat perencanaan untuk mempercepat pembangunan. Saya yakin di sini semuanya inovator,” katanya.
Bupati berpesan pentingnya perubahan pola pikir kerja untuk menjawab tantangan dalam menjalankan program strategis.
