Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan perhatian khusus terhadap 15 kecamatan rawan bencana dengan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Selasa, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1) dini hari, yang mengakibatkan korban jiwa dan puluhan orang dilaporkan hilang.
“Kami sangat prihatin atas musibah longsor di KBB. Ini menjadi pembelajaran penting agar kejadian serupa tidak terjadi di sini, Terutama terhadap 15 daerah rawan bencana di Kabupaten Bandung yang tentunya harus menjadi perhatian khusus,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa dalam rapat koordinasi bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung, dirinya telah menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap korban bencana di wilayah KBB.
Selain itu, Dadang menegaskan pentingnya langkah antisipasi dini di wilayah Kabupaten Bandung, mengingat sebelumnya juga pernah terjadi bencana longsor di Kecamatan Arjasari.
Bupati Bandung juga menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung untuk segera melaksanakan mitigasi bencana secara menyeluruh, khususnya di sekitar 15 kecamatan yang tergolong rawan bencana.
“Mitigasi ini harus disertai edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan sampai kejadian seperti di KBB terjadi di Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.