Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., Psikolog mengingatkan rasa empati perlu diimbangi dengan batasan sehat terutama saat menghadapi situasi krisis yang berkepanjangan seperti bencana.
Menurut psikolog lulusan Universitas Padjadjaran itu, empati yang tidak diimbangi dengan batasan sehat dapat berkembang menjadi compassion fatigue atau kelelahan emosional.
Kondisi kelelahan emosional ini yang membuat penolong kewalahan dan juga merasakan trauma pada saat membantu orang lain.
“Kelelahan emosional yang dapat dialami oleh tenaga kesehatan, relawan atau masyarakat yang sangat terlibat secara emosional,” kata Virginia kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Hanny menyampaikan langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga agar empati yang diberikan tetap sehat, seperti membedakan empati dengan over-involvement atau keterlibatan yang berlebihan, tanpa harus larut sepenuhnya dalam penderitaan orang lain.
“Membangun 'psychological boundaries', di mana kita harus menyadari bahwa kita dapat peduli tanpa harus bertanggung jawab atas semua penderitaan yang dirasakan oleh orang lain,” tutur dia.
Hanny juga menekankan perlunya mengakui bahwa memiliki keterbatasan diri, mengingat setiap individu memiliki kapasitas emosional dan tidak dapat membantu semua orang.
