Kuningan (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, menyebutkan pelaksanaan program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) telah memperkuat inklusi keuangan di Kabupaten Kuningan.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib di Kuningan, Jumat, mengatakan peningkatan inklusi keuangan menjadi pondasi penting dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa.
“OJK mendukung pelaksanaan Program PINTAR sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses keuangan yang berkualitas,” katanya.
Ia menyebut program PINTAR merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, terjangkau, serta sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, perluasan akses keuangan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga secara bertahap dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan, kata dia, terdapat 161 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Paninggaran, Kabupaten Kuningan yang menjadi sasaran penguatan program tersebut.
“Pada 2026 ditargetkan penurunan minimal 10 persen jumlah KPM melalui penguatan akses simpanan, pembiayaan produktif, serta peningkatan kepemilikan asuransi,” katanya.
Ia menegaskan perluasan akses tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan, tetapi juga penguatan literasi dan pelindungan konsumen.
Pihaknya memandang tingkat kesadaran masyarakat terkait pentingnya menabung dan memiliki asuransi, menjadi modal sosial untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan di Kabupaten Kuningan.
“Oleh karena itu, setiap upaya peningkatan inklusi keuangan perlu diimbangi literasi yang memadai serta pelindungan konsumen yang optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Dr. Erdiriyo mengatakan program PINTAR merupakan bagian dari agenda nasional untuk percepatan inklusi keuangan.
Pihaknya bersama OJK Cirebon, telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) program PINTAR di Kuningan pada Kamis (26/2).
Ia menuturkan kegiatan tersebut, menjadi forum evaluasi perkembangan sekaligus penguatan strategi implementasi program PINTAR agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat desa.
“Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026