Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, mencatat penyaluran program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) di wilayah kerjanya sudah mencapai Rp3 miliar selama periode tahun 2025.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib di Cirebon, Kamis, mengatakan pembiayaan tersebut disalurkan kepada 377 pelaku usaha produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, serta Kabupaten Kuningan.

“Total outstanding program K/PMR yang disalurkan BPR di wilayah tersebut mencapai Rp3 miliar kepada 377 pelaku usaha produktif, khususnya UMKM,” kata Agus.

Ia menjelaskan program K/PMR dijalankan oleh sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sebagai upaya menyediakan akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, kata dia, program tersebut juga bertujuan mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap praktik rentenir yang kerap membebani pelaku UMKM.

“Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan terjangkau bagi pelaku usaha, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada rentenir,” ujarnya.

Menurut dia, sepanjang tahun 2025 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di wilayah kerja OJK Cirebon terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Agus menuturkan program yang dijalankan TPAKD dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Berbagai program tersebut, kata dia, difokuskan pada peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal, termasuk pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM.

“Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan, OJK Cirebon juga menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) pada tahun 2025,” katanya.

Selama pelaksanaan BIK 2025, OJK Cirebon menggelar 40 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti sebanyak 9.005 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Selain itu, pihaknya mendorong budaya menabung sejak dini melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dengan pembukaan sembilan Bank Mini Sekolah tingkat SMP di Kabupaten Cirebon serta 5.897 rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

“Melalui kegiatan ini kami mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal agar akses keuangan semakin inklusif dan berkelanjutan,” tutur Agus.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026