Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, menyebutkan perempuan di wilayah kerjanya masih menjadi kelompok rentan terhadap risiko produk jasa keuangan ilegal, seiring dominasi pengaduan dari kalangan tersebut hingga April 2026.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan pihaknya telah menerima hampir 600 pengaduan dan konsultasi masyarakat, yang sebagian besar berasal dari perempuan.
“Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman terkait produk dan layanan keuangan, termasuk risiko pinjaman dan investasi ilegal,” kata Agus usai kegiatan sosialisasi perlindungan konsumen di Kota Cirebon, Kamis.
Menurut dia, perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan keluarga, namun di sisi lain juga rentan terhadap tawaran investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Ia menjelaskan maraknya penawaran investasi berimbal hasil tinggi tanpa kejelasan legalitas, menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mudah terjebak dalam skema merugikan.
“Perempuan memiliki peran besar dalam mengelola keuangan keluarga, tetapi juga menjadi kelompok yang cukup rentan terhadap praktik keuangan ilegal,” ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan, OJK Cirebon terus menggencarkan edukasi literasi keuangan, khususnya kepada komunitas perempuan agar lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Selain sosialisasi langsung, pihaknya pun menyediakan materi literasi keuangan dalam format digital, termasuk panduan perencanaan keuangan keluarga yang dapat diakses masyarakat luas.
Agus menilai, aktivitas sosial di kalangan perempuan dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan edukasi keuangan jika diarahkan dengan tepat.
“Interaksi sosial ini bisa menjadi kekuatan besar untuk menyebarkan informasi yang benar. Kalau berhasil, dampaknya besar bagi ketahanan ekonomi keluarga,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menekankan pentingnya perempuan memiliki kecerdasan finansial di era modern.
Ia menyebut perempuan, khususnya ibu rumah tangga, berperan sebagai manajer keuangan keluarga sehingga perlu memiliki pemahaman yang baik untuk menghindari risiko keuangan.
“Perempuan yang mandiri secara finansial adalah yang mampu mengambil keputusan terbaik bagi kualitas hidup keluarganya,” kata Farida.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.