Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menargetkan penyelesaian 4.000 hingga 5.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) pada tahun 2026 melalui program bedah rumah yang dilaksanakan secara bertahap.
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya di Bandung, Selasa, mengatakan bahwa target tersebut ditetapkan meski anggaran daerah mengalami keterbatasan akibat pengurangan transfer ke daerah (TKD).
“Target kita tahun ini insya Allah sampai 4.000–5.000 unit rumah dalam program Rutilahu atau perbaikan rumah tidak layak huni,” katanya.
Program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) yang salah satunya membenahi keadaan 12 rumah di Kecamatan Pangalengan.
Bupati menjelaskan bahwa program Rutilahu merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dijalankan pada periode pertama.
“Selama 3,5 tahun, kami sudah menyelesaikan 29.327 unit rumah pada program perbaikan rutilahu,” ujarnya.
Namun, setelah dilakukan pendataan ulang, masih terdapat sekitar 15.000 unit rumah tidak layak huni tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung yang ditargetkan rampung tiga tahun ke depan.
“Kenapa di Kecamatan Pangalengan ini, terutama di daerah perkebunan, pengerjaan bedah rumah dilakukan melalui pentahelix karena memang lahannya milik perkebunan,” katanya.
