Pacitan, Jatim (ANTARA) - Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi, sehingga menyebabkan kepanikan warga dan sempat menimbulkan insiden kecil di Trenggalek dan Tulungagung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memastikan hingga beberapa jam setelah kejadian belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh kecamatan serta sejumlah desa untuk memastikan dampak gempa di wilayah tersebut.
“Berdasarkan hasil komunikasi dengan Kasi Sosial dan Ketenteraman di seluruh kecamatan serta laporan sampel dari beberapa desa, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan,” kata Erwin.
Ia menambahkan proses pendataan masih terus dilakukan bersama jejaring BPBD di tingkat kecamatan dan desa. Oleh karena itu data bersifat sementara dan dapat berkembang sesuai hasil pemantauan lanjutan.
“Pemantauan terus kami lakukan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga pemerintah,” ujarnya.
BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan hingga siang hari belum terpantau adanya gempa susulan.
Meski tidak menimbulkan kerusakan di Pacitan, kata dia, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.
BMKG mencatat intensitas gempa dirasakan pada skala III–IV MMI di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung. Kemudian skala III MMI di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar. Selain itu skala II–III MMI di Madiun, Jember, Mojokerto, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Bali bagian selatan.
