Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, menyatakan akan memangkas sejumlah pos anggaran sebagai langkah penghematan besar-besaran.
Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu, menjelaskan bahwa pemangkasan terjadi pada anggaran perjalanan dinas, seremonial, hingga konsumsi.
"Kalau perjalanan dinas sampai 50 persen dipangkas. Seremonial dari berbagai acara yang asalnya banyak, sekarang hanya dua (HUT Cimahi dan HUT RI). Kalau mamin (makan dan minum) sekitar 50 persen yang dikurangi," ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan tersebut dipastikan tidak akan berdampak pada layanan dasar masyarakat.
"Untuk pelayanan pasti tidak akan berkurang. Selain itu, infrastruktur juga akan kita fokuskan karena penataan wajah kota. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap jadi prioritas," ujarnya.
Ia turut menegaskan bahwa gaji dan tunjangan para Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2026 tetap aman meski terjadi penurunan pendapatan imbas pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
"Kalau untuk gaji itu sudah aman 12 bulan. TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) kita simpan 11 bulan sementara ini. Tapi biasanya nanti di pertengahan ada Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) sehingga bisa kita tambahkan," katanya.
Pemkot Cimahi mencatat pendapatan daerah pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan sebesar 10,56 persen atau Rp148.624.088.605 dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp1.556.393.435.757. Dengan demikian, pendapatan daerah pada 2026 menjadi Rp1.407.769.347.152.
Penurunan tersebut terjadi terutama akibat berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, belanja daerah pada APBD 2026 juga turun sebesar 3,92 persen atau Rp63.252.777.414,12 dari APBD 2025 yang sebelumnya sebesar Rp1.676.763.532.027, sehingga menjadi Rp1.613.510.754.612,88.
Selisih pendapatan dan belanja daerah pada APBD 2026 menimbulkan defisit sebesar Rp205.741.407.460,88 sehingga akan ditutup melalui komponen pembiayaan dengan jumlah yang sama.
