Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan dan pemantauan di sejumlah kecamatan seiring informasi BMKG terkait cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang melanda Cianjur beberapa hari ke depan.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Jumat, mengatakan BMKG mengeluarkan peringatan cuaca di sejumlah wilayah Cianjur yang diperkirakan akan turun hujan deras disertai angin kencang merata dari utara sampai selatan.
"Kami meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana terutama Cianjur selatan selalu meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah tertinggi bencana alam," katanya.
Dia menjelaskan, sejumlah wilayah yang sering terjadi bencana alam seperti banjir, longsor hingga pergeseran tanah saat hujan deras diantaranya di Kecamatan Cidaun, Singangbarang, Agrabinta, Campaka dan sekitarnya.
Sedangkan wilayah yang kerap terjadi pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang yang harus diwaspadai masyarakat terutama pengendara mulai dari kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, termasuk wilayah Cianjur kota.
"Ini harus menjadi perhatian masyarakat di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, termasuk pengendara agar melintas dengan aman dan nyaman mematuhi anjuran petugas," katanya.
Dia menjelaskan, Pemkab Cianjur sudah menetapkan status darurat bencana sampai April 2026, sehingga puluhan petugas dan 360 relawan disiagakan guna melakukan pengawasan, pemantau dan membuat laporan situasi di lingkup kerjanya masing-masing.
