Jakarta (ANTARA) - Momen libur panjang akhir tahun, kerap kali dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur bersama orang-orang terdekat dengan menggunakan beragam moda transportasi yang tersedia mulai dari darat, laut hingga udara.
Meski beragam pilihan moda transportasi yang disediakan, tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan kendaraan pribadi sebagai pilihan utama untuk membawa anggota keluarga ke tempat tujuan liburan.
ASTRA Infra bersama dengan Safety Defensive Driving Consultant Indonesia dalam keterangan resminya, membagikan beberapa tips penting yang perlu dihindari oleh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi.
“Saat mengemudi pada kondisi liburan dengan tingkat mobilitas yang lebih tinggi, setidaknya terdapat lima perilaku berbahaya yang harus dihindari oleh pengendara,” kata Sony Susmana dari Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, Senin.
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh pengendara adalah mereka hanya diperbolehkan menepi di tempat yang sudah disediakan.
Parkir liar atau beristirahat di bahu jalan tol merupakan perilaku yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menghambat kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Bagi pengguna jalan yang ingin beristirahat, disarankan untuk segera mengunjungi rest area terdekat yang telah dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari toilet bersih dan gratis yang juga sudah dilengkapi dengan ruang laktasi, mushola, tempat makan dengan berbagai pilihan menu, serta minimarket,” kata Group Chief Technical Officer ASTRA Infra, Rinaldi.
Di rest area KM 166 A (arah Cirebon) dan rest area KM 164 B (arah Jakarta) ASTRA Infra Toll Road Cikopo–Palimanan, juga tersedia fasilitas penginapan ekspres bagi pengguna jalan yang ingin beristirahat dengan lebih maksimal.
Namun, jika rest area penuh, pengguna jalan disarankan untuk beristirahat di luar area jalan tol dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang berada dekat dengan exit tol.
Hal kedua yang juga harus dihindari oleh pengendara adalah dengan melakukan pengendaraan yang terlalu agresif. Perilaku mengemudi secara agresif dapat mengakibatkan kesulitan dalam mengendalikan kendaraan, terutama pada situasi darurat.
