Cirebon (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memastikan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon kini berangsur surut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko, di Cirebon, Senin, mengatakan berdasarkan pembaruan data hingga pukul 10.50 WIB, kondisi genangan air di sebagian besar wilayah sudah menurun signifikan.
“Secara umum banjir sudah berangsur surut di mayoritas lokasi terdampak,” katanya.
Hasil asesmen tersebut, kata dia, menunjukkan hanya ada beberapa lokasi di Kabupaten Cirebon yang saat ini masih terendam banjir, salah satunya Desa Wanakaya dengan ketinggian air sekitar 20-40 cm.
Selain itu, pihaknya juga mencatat banjir di Desa Panguragan dan Panguragan Wetan, Cirebon terpantau masih merendam kawasan permukiman warga.
“Tim Pusdalops BPBD bersama pihak terkait, saat ini masih melakukan asesmen (terkait banjir),” katanya.
Ia menjelaskan banjir di Kabupaten Cirebon dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama, sejak Sabtu (13/12) malam hingga Minggu (14/12) dini hari.
Hujan dengan durasi panjang tersebut, kata dia, menyebabkan meluapnya sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Cirebon dan sekitarnya, termasuk Sungai Winong, Sungai Pulasaren, dan Sungai Siuntuk.
Eko menyampaikan bahwa akibat luapan sungai tersebut, air masuk ke kawasan permukiman warga, terutama di wilayah hilir aliran sungai seperti Kecamatan Gunungjati, Plumbon, dan Panguragan.
“Data terbaru BPBD mencatat banjir terjadi di 26 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.
