Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menangani dampak banjir bandang akibat tanggul sungai di kawasan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti jebol, melalui langkah darurat hingga penyiapan solusi jangka panjang.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Cirebon, Selasa, mengatakan pihaknya sudah meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga.

Ia mengatakan banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu pada Senin (5/1) yang disertai material kayu berukuran besar.

“Kondisi ini dipicu arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu,” katanya.

Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, kata dia, tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 16 meter dengan tinggi sekitar dua meter.

Menurut dia, kerusakan tersebut menyebabkan air sungai meluap dengan cepat dan masuk ke permukiman warga di kawasan Kalijaga.

Sebagai langkah awal penanganan, pihaknya sudah meminta dinas terkait untuk membantu penanganan lumpur di jalan lingkungan.

Farida mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung terkait penanganan teknis sungai di lokasi kejadian.

“Kami memberikan solusi dengan langkah darurat berupa pembangunan tanggul sementara, bersama masyarakat agar air tidak kembali masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Ia menyebutkan penanganan banjir secara permanen memerlukan normalisasi dan pelebaran sungai.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026