Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, mendistribusikan 1.208 paket pangan bersubsidi kepada masyarakat melalui pelaksanaan program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di daerah tersebut menjelang Lebaran 2026.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Jumat, mengatakan program tersebut dilaksanakan untuk menekan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kegiatan hari ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemkot Cirebon,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemprov Jawa Barat, yang menghadirkan program subsidi pangan bagi masyarakat di daerah, termasuk di Kota Cirebon.
Program OPADI tersebut, kata dia, merupakan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan psikologi pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri.
Pemerintah daerah menilai peningkatan permintaan bahan pokok menjelang Lebaran di Kota Cirebon, kerap memicu kenaikan harga di pasar.
Oleh karena itu, lanjut Edo, intervensi melalui subsidi langsung dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Secara keseluruhan, Pemprov Jawa Barat mendistribusikan sebanyak 94.391 paket OPADI di berbagai daerah secara serentak.
Ia menyebutkan khusus untuk Kota Cirebon, paket pangan yang memiliki nilai Rp96.700 tersebut dapat ditebus masyarakat hanya dengan harga Rp40.000 per paket setelah mendapat subsidi sebesar Rp56.700.
Menurut dia, kehadiran program tersebut menjadi kabar baik bagi warga Kota Cirebon yang tengah mempersiapkan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
“Program ini menjadi kado bagi warga Kota Cirebon yang sedang menyiapkan kebutuhan Lebaran,” katanya.
Ia menyampaikan bantuan tersebut dapat meringankan pengeluaran rumah tangga masyarakat, sehingga dapat menyambut hari kemenangan dengan lebih tenang.
“Kami pun mengajak masyarakat untuk bersyukur atas perhatian pemerintah melalui, program subsidi pangan tersebut,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.