Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 35.031 penerima manfaat yang bersumber dari cadangan pangan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh di Cirebon, Kamis, mengatakan bantuan tersebut merupakan penugasan dari Badan Pangan Nasional kepada Perum Bulog untuk disalurkan ke berbagai daerah.
“Jadi tadi ada kegiatan peluncuran bantuan pangan berupa beras yang bersumber dari cadangan pangan pemerintah pusat,” katanya.
Ia menjelaskan, Kota Cirebon memperoleh alokasi bantuan untuk 35.031 penerima manfaat, yang merupakan penerima program perlindungan sosial pangan dari pemerintah.
Menurut dia, bantuan yang disalurkan saat ini merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Setiap penerima manfaat, kata dia, memperoleh bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan.
“Karena ini untuk dua bulan, maka masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.
Elmi menuturkan, sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas dan keamanan bahan pangan tersebut.
Selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemkot Cirebon juga memiliki cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang digunakan untuk mengantisipasi kondisi darurat maupun penanganan bencana.
Ia menyebutkan cadangan pangan pemerintah daerah di Kota Cirebon, pada awalnya mencapai hampir 59 ton.
Namun sebagian cadangan tersebut, kata dia, telah disalurkan untuk membantu penanganan bencana alam di Aceh serta bantuan bagi masyarakat di Kota Cirebon.
“Saat ini posisi cadangan pangan pemerintah daerah di Kota Cirebon sekitar 51 ton,” katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah menargetkan jumlah cadangan pangan tersebut dapat mencapai angka ideal yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Cirebon Imam Mahdi mengatakan pemerintah pusat merencanakan penyaluran bantuan pangan tersebut dilakukan sebanyak enam kali dalam satu tahun.
Ia menjelaskan penyaluran yang dilakukan saat ini merupakan alokasi Februari dan Maret 2026, sedangkan untuk bulan berikutnya masih menunggu penugasan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Rencana awal dari pemerintah pusat ada enam kali penyaluran dalam setahun. Sekarang yang dilaksanakan baru untuk alokasi Februari dan Maret,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.