Cirebon (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat mengerahkan puluhan personel untuk menangani banjir yang melanda sejumlah titik di kota tersebut pada Kamis petang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo di Cirebon, Kamis, mengatakan pihaknya menyiagakan 45 personel internal yang diperkuat relawan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur TNI dan Polri.
“Total personel gabungan yang sudah berada di lapangan sekitar 60 orang dan berpotensi bertambah hingga 150 relawan,” katanya.
Ia menyebutkan banjir terjadi di dua titik yang sama seperti kejadian pada 23 Desember 2025, dengan dampak signifikan di Kelurahan Kalijaga dan kawasan Penyuken Kota Cirebon.
Menurut dia, ketinggian genangan air pada saat puncak kejadian mencapai sekitar 60 hingga 70 cm.
Namun demikian, Andi memastikan kondisi di lapangan saat ini sudah berangsur kondusif seiring surutnya genangan air.
“Banjir sekarang sudah berangsur surut dan mudah-mudahan segera normal kembali,” ujarnya.
Ia menjelaskan banjir dipicu intensitas curah hujan yang sangat tinggi, sehingga sungai tidak mampu menampung debit air.
Luapan sungai tersebut, kata dia, kemudian mengalir ke permukiman warga dan menggenangi sejumlah ruas jalan di wilayah terdampak.
Andi mengatakan durasi genangan banjir di Kota Cirebon relatif singkat, sebagaimana terjadi pada dua kejadian terakhir.
“Durasi genangan sekitar dua sampai tiga jam, maksimal tiga jam,” katanya.
