Cirebon (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Jawa Barat, memperkuat upaya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di musim hujan setelah pemerintah menetapkan status siaga darurat bencana pada Oktober 2025 hingga Maret 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo di Cirebon, Senin, mengatakan salah satu kegiatan prioritas saat ini adalah mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurangi risiko kejadian saat cuaca ekstrem.
“Kegiatan edukasi ini sudah dirutinkan sekarang, melalui program satuan pendidikan aman bencana di tingkat sekolah,” katanya.
Tidak hanya di sekolah, kata dia, masyarakat saat ini mulai dibina melalui kelurahan dan kecamatan tangguh bencana di Kota Cirebon untuk menghadapi situasi darurat.
Andi menegaskan status siaga darurat bukan tanda bahaya, melainkan peringatan dini menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Siaga darurat berbeda dengan tanggap bencana karena fokusnya pada kesiapan sarana, sumber daya manusia (SDM), dan edukasi masyarakat,” katanya.
Dalam status ini, BPBD Kota Cirebon telah mematangkan rencana evakuasi, lokasi pengungsian, serta kebutuhan dasar warga untuk mengurangi risiko selama cuaca ekstrem.
Menurut dia, prinsip utama siaga darurat di Kota Cirebon adalah meminimalkan dampak dan memastikan masyarakat tetap aman selama musim hujan.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026