Bandung (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk menghadirkan 130 pelaku usaha lokal dalam menggelar Bazar Ramadhan 1447 Hijriah pada 5 hingga 8 Maret 2026.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati dalam keterangannya di Bandung, Minggu, mengatakan bazar tersebut diikuti sekitar 130 pelaku usaha lokal untuk mendorong penguatan ekonomi daerah selama Ramadhan.
Ia menjelaskan bazar tersebut tidak hanya menjadi ajang pemasaran produk UMKM lokal, tetapi juga sarana promosi untuk meningkatkan omzet dan memperluas jejaring usaha para pelaku UMKM.
Menurut dia, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam dan sapi, sayur mayur hingga aneka makanan lainnya disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dengan harga yang diharapkan terjangkau.
“Di Bazar Ramadhan ini memfasilitasi makanan yang diburu masyarakat, serta menyuguhkan fesyen, sarung, sepatu dan perlengkapan untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran,” katanya.
Selain transaksi jual beli, selama pelaksanaan bazar masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP-el dan Kartu Keluarga, serta kemudahan pembayaran pajak daerah melalui kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah.
Lebih lanjut ia mengatakan produk-produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi agar kualitasnya terjaga, sekaligus memberi ruang promosi bagi produk unggulan UMKM Kabupaten Bandung.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar di setiap kecamatan agar pergerakan ekonomi lebih merata dan semakin banyak pelaku UMKM yang terfasilitasi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk datang dan membeli produk lokal karena kualitasnya tidak kalah dengan produk luar serta bisa membantu mengoptimalkan pembangunan daerah,” katanya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.