Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjamin penanganan banjir di daerah itu, termasuk Kecamatan Mundu, dituntaskan secara bertahap melalui langkah terukur dan kolaborasi lintas instansi pada Januari 2026.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Selasa, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemprov Jabar, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas banjir.
Ia menyebutkan banjir sejak Senin (6/1) malam, berdampak pada sekitar enam desa di Kecamatan Mundu sehingga penanganan menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami memastikan penanganan banjir ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat terdampak dan terus berupaya maksimal menyelesaikan persoalan banjir di wilayah tersebut.
Agus menilai penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial karena melibatkan persoalan dari hulu hingga hilir sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan salah satu penyebab banjir berasal dari wilayah hulu, yakni kerusakan daerah aliran sungai akibat penebangan pohon oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, ia mengatakan kondisi sungai di wilayah hilir juga mengalami sedimentasi dan penyumbatan akibat tumpukan sampah, yang menghambat aliran air saat hujan deras.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir,” ujarnya.
