Cirebon (ANTARA) - Bupati Cirebon Imron menyebut program penanaman jagung pipil yang digagas oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, telah membantu memperkuat ketahanan pangan di daerahnya.
“Program ini sangat membantu pemerintah daerah, dalam menjaga ketahanan pangan. Khususnya terkait diversifikasi bahan pangan,” kata Imron di Cirebon, Kamis.
Ia mengatakan saat ini lokasi pengembangan untuk program tersebut sudah memasuki masa panen, salah satunya di Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon dengan estimasi hasil sekitar tiga ton.
Imron mengatakan program penanaman jagung tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan petani dalam menjaga ketersediaan pangan.
Berdasarkan data, kata dia, program tersebut telah menghasilkan 1.980,35 ton sejak digulirkan beberapa waktu lalu.
“Kami sebagai masyarakat dan sebagai Bupati, mengucapkan terima kasih atas program dari Polresta Cirebon yang telah bekerja sama dengan petani menanam jagung,” ujarnya.
Ia menyampaikan program penanaman jagung pipil tersebut, telah memasuki kuartal keempat di Kabupaten Cirebon.
Menurut dia, panen jagung sebelumnya telah dilakukan di wilayah Cirebon bagian timur, dan kini berlanjut di Kecamatan Dukupuntang.
“Bulan-bulan kemarin panen dilakukan di Cirebon timur, sekarang dilaksanakan di Kecamatan Dukupuntang,” katanya.
Ia menyebutkan lahan jagung yang dipanen di Desa Sindangjawa mencapai sekitar dua hektare, dengan hasil produksi yang cukup baik.
Imron mengatakan panen jagung juga, akan dilaksanakan di sejumlah lokasi lain di Kabupaten Cirebon dalam waktu dekat.
“Masih ada beberapa tempat lain yang akan menyusul dalam satu hingga dua hari ke depan untuk panen,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung pipil telah dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah.
Ia mengemukakan, total luasan lahan yang telah ditanami jagung dalam program tersebut mencapai lebih dari 300 hektare.
“Sekitar 300 hektare lebih sudah kita jalankan, namun pelaksanaannya bertahap dan tidak dilakukan secara bersamaan,” tuturnya.
