Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengantisipasi potensi penyebaran virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu dengan melaksanakan pemantauan dan pengecekan laporan dari fasilitas kesehatan.
“Untuk Kabupaten Cirebon sampai saat ini belum ada laporan kasus super flu,” kata Ketua Kerja Bidang Surveilans dan Imunisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cirebon Dede Kurniawan, di Cirebon, Kamis.
Ia mengatakan pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi super flu, meskipun belum ada temuan kasus di Kabupaten Cirebon.
Ia menjelaskan influenza A subclade K, merupakan varian baru dari virus Influenza A (H3N2) yang memiliki tingkat penularan relatif cepat.
Menurut dia, varian tersebut telah dilaporkan menyebar di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.
Atas dasar tersebut, Dinkes Kabupaten Cirebon tetap melakukan langkah antisipasi melalui penguatan surveilans dan pemantauan penyakit menular.
Selain itu, kata dia, Dinkes juga mengintensifkan koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit guna memastikan sistem pelaporan berjalan optimal.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.
Dede menuturkan penerapan PHBS di masyarakat, bisa menjadi langkah penting untuk mencegah penularan penyakit, termasuk influenza.
Secara umum, kata dia, gejala Influenza A subclade K menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk, dan pilek.
