Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat alokasi pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 dari pusat mengalami kenaikan menjadi 78 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 75 ribu ton.
Jabatan Fungsional Analis Prasarana dan Prasarana Pertanian Sub Koordinator Sarana Bidang PSP Dinas TPHPKP Cianjur Agie Nurdjaman di Cianjur, Kamis, mengatakan tahun 2026 Kabupaten Cianjur tetap mendapatkan alokasi pupuk subsidi jenis Urea dan NPK dengan jumlah lebih besar.
"Untuk Urea alokasi-nya sebanyak 43.015 ton dan NPK sebanyak 35 ribu ton, sedangkan tahun sebelumnya Urea sebanyak 41.093 ton dan NPK sebanyak 34.565 ton," katanya.
Dia menjelaskan penambahan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat didasari pertimbangan Cianjur merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Barat, sehingga mendapat tambahan kuota karena jumlah petani dan lahan yang cukup luas.
Sehingga pihaknya menargetkan penyerapan pupuk subsidi tahun 2026 mencapai 90 persen, dimana terdata jumlah petani pangan cukup besar sekitar 187.064 orang dengan rencana tanam lahan seluas 217.013 hektare.
"Target penyerapan pupuk bersubsidi tahun ini sebesar 90 persen untuk ratusan ribu petani yang tersebar mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur, sehingga produksi pangan di Cianjur dapat meningkat," katanya.
Dia menambahkan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi cukup membawa KTP atau Kartu Keluarga tanpa harus membawa kartu tani seperti tahun sebelumnya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026