Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebut obesitas dan hipertensi masih menjadi temuan terbanyak dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh kecamatan.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Senin, mengatakan pelaksanaan CKG hingga Oktober 2025 baru mencapai 21 persen dari target 40 persen yang ingin dicapai pada akhir tahun ini.
“Meski baru 21 persen, saat ini Kabupaten Cirebon berada di urutan kelima di Jawa Barat dalam hal pelaksanaan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, tercatat 29.292 warga mengalami obesitas dan 35.760 orang terdeteksi hipertensi.
Selain itu ia menuturkan terdapat 27.908 warga dalam kategori gemuk, 25.419 orang pra-hipertensi, serta 31.928 warga pra-diabetes.
Pihaknya menemukan pula sebanyak 6.716 kasus diabetes melitus, 11.778 gangguan penglihatan, dan 1.292 gangguan pendengaran selama pelaksanaan CKG.
Menurut dia, capaian tersebut belum optimal karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Sasarannya sangat banyak dan tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan masih rendah,” katanya.
Untuk meningkatkan partisipasi, Dinkes menerapkan strategi jemput bola ke lapangan dengan mengerahkan petugas ke sekolah, majelis, dan desa-desa.
"Kami lakukan CKG ini langsung jemput bola, sehingga deteksi dini bisa menjangkau lebih banyak warga," ujarnya.
