Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami pemulihan seiring respon positif pelaku pasar terhadap kebijakan otoritas terkait dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG ditutup melemah 88,35 poin atau 1,06 persen ke posisi 8.232,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,47 poin atau 0,06 persen ke posisi 813,01.
“Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat mengalami trading halt atau pemberhentian perdagangan sementara pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah IHSG mengalami pelemahan 665,89 poin atau 8,00 persen ke posisi 7.654,66, sebelum akhirnya mengalami pemulihan.
Merespon pengumuman MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen pada Februari 2026. Ketentuan free float akan berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat.
Apabila emiten tidak dapat memenuhi aturan ini, maka akan diberikan exit policy, namun saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan.
BEI dan Self–Regulatory Organization (SRO) juga akan menyesuaikan dan menyampaikan proposal sesuai dengan yang dibutuhkan MSCI terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia.
Selain itu, OJK mengungkapkan pemerintah akan segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ditargetkan terbit pada kuartal I tahun 2026.
Lebih lanjut, otoritas berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau data pemilik manfaat terakhir kepada MSCI, yang akan difokuskan terlebih dahulu untuk konstituen IDX100.
Pewarta: Muhammad HeriyantoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026