Indramayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melakukan normalisasi di 13 muara sungai guna menjaga kelancaran aktivitas nelayan serta mendukung keberlanjutan sektor perikanan di wilayah pesisir.
Bupati Indramayu Lucky Hakim di Indramayu, Selasa, mengatakan normalisasi ini dilakukan menggunakan kapal keruk milik pemerintah daerah untuk mengatasi pendangkalan yang kerap menyulitkan kapal nelayan keluar masuk muara.
“Saya sudah meninjau langsung proses pengerukan di Muara Sungai Prajagumiwang, Karangsong. Normalisasi dilakukan sejak Jumat kemarin,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi muara di Karangsong sudah mengalami pendangkalan cukup parah. Sedimentasi lumpur makin tinggi sehingga kapal nelayan harus antre panjang dan menghambat aktivitas mereka.
Menurut dia, pengerukan tidak dapat sepenuhnya mengatasi persoalan yang bersumber dari faktor alam.
Namun demikian, Lucky menyebutkan upaya normalisasi tetap harus dilakukan secara berkelanjutan agar dampaknya terhadap nelayan bisa diminimalkan.
Selain pengerukan, kata dia, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung lain.
Ia mengatakan upaya tersebut berupa peninggian akses jalan menuju pelabuhan, penanaman mangrove sebagai pelindung alami pesisir, hingga rencana pembangunan kolam labuh dan pasar ikan yang lebih higienis.
“Langkah-langkah ini bagian dari komitmen kami dalam membangun ekosistem maritim yang lebih tertata, sehat, dan menguntungkan bagi nelayan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Indramayu Edi Umaedi menyampaikan titik-titik lain yang masuk dalam program pengerukan ini meliputi muara Sungai Glayem, Lombang, Limbangan, Eretan Wetan, Eretan Kulon, dan beberapa lokasi lainnya di pesisir Indramayu.
“Normalisasi akan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat urgensi dan kondisi lapangan. Target kami, seluruh muara yang bermasalah bisa tertangani,” kata Edi.
Ia menambahkan, normalisasi muara pun berfungsi mendukung efektivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta mengurangi risiko banjir di kawasan pesisir saat musim hujan tiba.
“Dengan langkah tersebut, kami berharap aktivitas ekonomi maritim di Karangsong dan wilayah pesisir lainnya dapat kembali berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ucap dia.
