Cirebon (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menyebut tingginya jumlah pekerja migran asal Indramayu dan Cirebon, Jabar, perlu menjadi catatan bersama bahwa kebutuhan lapangan kerja di daerah masih perlu diperluas.
“Pekerja migran asal Indramayu dan Cirebon ini masih tinggi. Hal itu berarti masih ada pekerjaan rumah yang mesti dibenahi,” kata Daddy saat dikonfirmasi di Cirebon, Minggu.
Ia mengatakan arus pekerja migran yang tetap tinggi menunjukkan adanya ruang yang harus diperbaiki, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bekerja di daerah sendiri.
Oleh karena itu, pihaknya menilai pengembangan kawasan industri bisa menjadi salah satu langkah untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal, termasuk kawasan yang saat ini tengah dibangun di Losarang, Indramayu.
Menurut dia, keberadaan kawasan industri tersebut berpotensi memberi peluang baru bagi masyarakat sekitar jika dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia mencontohkan pabrik di wilayah Krangkeng, Indramayu, diproyeksikan mampu menyerap sekitar seribu tenaga kerja sehingga memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat.
“Kalau beberapa kecamatan di sekitarnya terserap, itu sudah cukup membantu,” katanya.
Daddy mengatakan pelibatan pelaku usaha pun, sangat penting agar penyerapan tenaga kerja dapat terjadi secara lebih merata dan berkelanjutan.
Ia menyebut kebutuhan peluang kerja yang terus meningkat akan membuat masyarakat tetap mencari pekerjaan, bahkan ke luar negeri, jika alternatif di wilayah sendiri belum mencukupi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesesuaian antara kebutuhan industri dan kemampuan calon tenaga kerja agar proses perekrutan berjalan lebih baik.
Daddy menjelaskan perusahaan perlu membuka informasi kebutuhan keterampilan secara jelas, sehingga warga dapat menyiapkan diri dengan lebih tepat.
Ia mengakui tidak semua calon pekerja memiliki keterampilan yang dibutuhkan, sehingga peningkatan kemampuan kerja menjadi hal yang penting diperkuat.
“Tenaga kerja tetap perlu skil. Tanpa itu, mereka akan kesulitan bersaing,” ujarnya.
Daddy berharap pemerintah daerah, dunia industri, dan lembaga pendidikan dapat memperkuat program peningkatan keterampilan agar masyarakat lebih siap menghadapi peluang kerja yang tersedia.
Ia menegaskan upaya bersama tersebut, diharapkan dapat membantu menekan angka pekerja migran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah asal.
Sedangkan data yang dihimpun ANTARA, menunjukkan Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu daerah penyumbang tenaga kerja migran tertinggi di Jabar, yakni sebanyak 5.070 orang pada Semester I 2025.
Adapun pekerja migran asal Kabupaten Indramayu selama periode tersebut, mencapai 9.531 orang.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program untuk memberikan alternatif bagi calon pekerja migran.
Pemerintah daerah, kata dia, menjalankan pelatihan peningkatan keterampilan, pendampingan penempatan kerja lokal, serta pembinaan bagi keluarga pekerja migran agar masyarakat memiliki pilihan pekerjaan yang lebih luas.
“Tujuan kami bukan melarang warga bekerja ke luar, tetapi memastikan mereka punya kesempatan lain di daerah sendiri,” katanya.
