Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah penyebaran virus Hanta dengan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta tidak kontak langsung dengan tikus atau kotorannya.

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Senin, mengatakan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat kewaspadaan penyakit virus Hanta ke seluruh Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan masyarakat di Indonesia.

Ia mengatakan tentang kelompok virus zoonotik berbahaya yang ditularkan ke manusia melalui urine, feses, atau air liur hewan pengerat, terutama tikus, di mana infeksinya menyebabkan penyakit serius seperti sindrom paru hantavirus (HPS) dan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) yang berpotensi fatal

Pihaknya baru mendapat informasi dari Surat bernomor SR.03.01/C/2572/2026 tertanggal 10 Mei 2026 berisi instruksi peningkatan kewaspadaan, penguatan surveilans, serta penanganan kasus penyakit virus Hanta secara terpadu.

"Di mana dalam surat tersebut seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian infeksi, meski belum ditemukan adanya penularan virus tersebut di Cianjur, namun berbagai cara tetap dilakukan," katanya.

Pemerintah daerah diminta aktif melakukan edukasi pada masyarakat terkait langkah pencegahan serta penguatan sistem rujukan pasien serta koordinasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat untuk mendukung penanganan kasus secara cepat dan tepat.

Masyarakat juga dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga daya tahan tubuh, serta menggunakan masker apabila mengalami gejala penyakit, serta menerapkan PHBS dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

"Masyarakat dianjurkan menutup lubang di rumah yang berpotensi menjadi akses masuk tikus, menjaga kebersihan tempat tinggal, dan menyimpan makanan maupun minuman di wadah tertutup guna mencegah penularan," katanya.

Dalam surat edaran itu, katanya, setiap pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan melakukan kajian epidemiologis dan pemetaan risiko terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit virus Hanta di masing-masing wilayah.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026