Cianjur (ANTARA) - Basarnas Cianjur, Jawa Barat menghentikan pencarian anak laki-laki, warga Kecamatan Campaka yang dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Cikondang setelah tujuh hari pencarian hingga radius 50 kilometer, tepatnya di Waduk Jangari.

Kepala Basarnas Cianjur Andhika Zein di Cianjur, Selasa, mengatakan hingga hari ketujuh pencarian, petugas gabungan terdiri atas TNI/Polri, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan tidak dapat menemukan jasad korban.

Terlebih pencarian terkendala luasnya tanaman eceng gondok di lokasi pertemuan sungai yang bermuara di Waduk Jangari, sehingga pihaknya sempat menurunkan pesawat tanpa awak guna menyisir lokasi yang banyak ditumbuhi tanaman air tersebut.

"Sesuai dengan standard operating procedure (SOP) pencarian telah dilakukan selama tujuh hari namun tidak membuahkan hasil, sehingga pencarian dihentikan," katanya.

Namun, pihaknya meminta masyarakat sekitar waduk atau di sepanjang aliran sungai dapat melapor ketika mendapati temuan jasad korban guna ditindaklanjuti petugas gabungan untuk melakukan proses evakuasi.

Dia menjelaskan pencarian hari ketujuh dilakukan 79 petugas gabungan dengan menggunakan dua perahu karet dan satu drone guna memantau dari udara, sedangkan radius pencarian diperluas sepanjang 8 kilometer.

"Namun upaya pencarian tidak juga membuahkan hasil sehingga proses pencarian dihentikan sesuai dengan SOP, sehingga tim gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing," katanya.

Basarnas Cianjur bersama petugas gabungan melakukan pencarian anak laki-laki, Pradipta Saputra (11), warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka yang dilaporkan hilang terbawa arus saat berenang di Sungai Cibaregbeg.

Sebelumnya, pihak keluarga sempat melakukan pencarian ke sejumlah tempat hingga akhirnya beberapa temannya menyebutkan korban sempat terlihat berenang di sungai bersama beberapa temannya.

Petugas gabungan terdiri atas TNI/Polri, BPBD Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan masih melakukan pencarian, dimana petugas yang dikerahkan sekitar 30 orang dibagi menjadi beberapa kelompok.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026