Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menurunkan tim kesehatan hewan untuk mengecek dan memastikan hewan kurban yang beredar di pasaran dan akan disembelih pada Idul Adha dalam kondisi aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

"Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebanyak 100 orang petugas pemeriksa hewan kurban telah disiapkan dan akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Garut," kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Dyah Savitri di Garut, Kamis.

Ia menuturkan, Diskannak Garut sudah melakukan persiapan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha.

Petugas yang disiapkan terdiri atas dokter hewan, paramedik veteriner, dan petugas teknis lapangan yang akan melaksanakan
pengawasan dan pemeriksaan secara terpadu selama periode Idul Adha 1447 Hijriah.

"Ada juga pengawas mutu bibit, ada pengawas mutu pakan, pengawas bibit ternak, kemudian ada juga paramedis, ada inseminator, dan kita juga melibatkan teman-teman sejawat dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, tim kesehatan hewan kurban itu akan menyebar ke setiap daerah di Garut untuk menjamin kesehatan hewan dan kelayakan daging kurban, sehingga daging yang dibagikan aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

Adanya pengawasan terpadu itu, kata Dyah, tentu dapat menjadi perhatian bagi penjual hewan kurban agar selalu menjaga kesehatan hewan, dan tidak menjualnya apabila tidak layak untuk dijadikan kurban.

"Diskanak bisa memberikan suatu jaminan terhadap kesehatan hewan kurban maupun tata tertib higienitas pangan, hewan yang dihasilkan selama penyembelihan agar masyarakat mendapatkan daging kurban yang benar-benar berkualitas dan sehat," katanya.

Ia menambahkan, meski sudah ada tim kesehatan hewan kurban di lapangan, tetap masyarakat yang akan membeli hewan kurban harus teliti dengan memperhatikan tanda-tanda kesehatan hewan.

"Melihat kesehatan ternaknya, terus surat keterangan kesehatan hewan yang menyertai dan seterusnya," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026