Garut (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh meninjau Gudang Badan Logistik (Bulog) Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk memastikan stok pangan berupa komoditas beras aman tersedia untuk kebutuhan pasar maupun program bantuan pangan untuk masyarakat.
"Sejauh ini pada saat kita melihat ke dalam memang stoknya sudah sesuai dengan kapasitas," kata Muhammad Husein Fadlulloh usai meninjau Gudang Bulog Garut, Selasa.
Ia menuturkan, peninjauan gudang pangan di Bulog itu dilakukan serentak seluruh Indonesia oleh jajaran anggota legislatif DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, salah satunya ke Gudang Bulog di Garut.
Peninjauan gudang tersebut, kata dia, bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras untuk kebutuhan pokok masyarakat.
"Ini seluruh anggota DPR khususnya dari Fraksi Partai Gerindra kami diperintahkan untuk meninjau secara langsung ketersediaan stok, dan juga mekanisme yang berlaku di wilayah daerah masing-masing," katanya.
Ia mengungkapkan, hasil peninjauan langsung ke Gudang Bulog Garut di Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul itu dipastikan tersedia beras sebanyak 3.500 ton sesuai kapasitasnya, dan di luar gudang tersebut juga dilaporkan tersedia stok beras yang totalnya untuk Garut sebanyak 14 ribuan ton.
Menurut dia, selain tersedia stok beras aman di Bulog Garut, juga proses penyerapan gabah dari petani lokal di Garut selama ini berjalan baik, untuk itu kondisi tersebut diminta dipertahankan atau ditingkatkan lebih banyak penyerapan.
"Penyerapannya sudah cukup baik, dan kami harap ini terus dipertahankan ataupun ke depan bisa lebih ditingkatkan," katanya.
Peninjauan Gudang Bulog Garut tersebut didampingi anggota DPRD Garut, dan juga jajaran Kantor Cabang Bulog Ciamis yang meliputi wilayah tugasnya Kabupaten Garut.
Pimpinan Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi mengatakan, stok beras khusus di satu gudang yakni Gudang Bulog Garut tersedia sebanyak 2.700 ton dari kapasitas gudang sebanyak 3.500 ton.
Selain di gudang tersebut, kata dia, terdapat juga empat gudang mitra Bulog sebagai tempat penyimpanan beras hasil penyerapan dari petani yang tercatat seluruhnya sebanyak 14 ribuan ton beras.
Menurut dia, stok beras tersebut dipastikan aman tersedia, tidak akan terjadi kekurangan untuk memenuhi kebutuhan pasar sampai akhir tahun.
"Stok 14 ribuan ton kita, itu pun masih sampai akhir tahun juga aman," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026