Garut (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan kebutuhan beras di pasar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat terpenuhi selama musim kemarau dengan kondisi stok beras di gudang tersedia melimpah yang diperkirakan aman sampai akhir tahun.

"Ya, aman, sangat aman, karena stok Bulog banyak, dan terus masih lanjut, dan saya yakin juga dari pemerintahan, (kementerian) pertanian ini sudah antisipasi," kata Pimpinan Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi usai pengecekan stok beras di Gudang Bulog Kabupaten Garut, Selasa.

Ia menuturkan, stok beras untuk wilayah Garut tersedia sebanyak 14 ribuan ton, salah satunya yang tersedia di Gudang Bulog Garut sebanyak 2.700 ton, kemudian sisanya tersebar di empat gudang mitra Bulog lainnya yang jumlahnya lebih banyak.

Jumlah stok beras tersebut, kata dia, diperkirakan aman yang siap didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau masyarakat sampai akhir tahun 2026.

"Jadi sekitar 14 ribuan kita punya stok di Garut ini," katanya.

Ia mengatakan, selama ini Bulog sebagian besar menyerap hasil panen gabah dari kalangan petani di Kabupaten Garut yang kemudian untuk memenuhi kebutuhan daerah Garut, maupun daerah lain di Jabar.

"Kita mayoritas di sini, pokoknya kita prioritas yang di sini (petani Garut)," katanya.

Namun saat ini menjelang musim kemarau, kata dia, tentunya akan ada dampak dari dari penyerapan gabah dari petani karena lahan pertanian ada yang terdampak kekeringan.

Ancaman kemarau tersebut, lanjut dia, tentu tidak menjadi masalah karena pemerintah saat ini sudah mengantisipasinya dengan melakukan perpompaan, dan memperbaiki irigasi untuk pengairan lahan pertanian.

"Irigasinya sudah bagus, pompa-pompa juga sudah banyak, jadi enggak terlalu," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026