Cirebon (ANTARA) - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon, Jawa Barat, menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut melalui penandatanganan deklarasi damai.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Senin, mengatakan deklarasi ini menjadi sarana untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kondusifitas usai aksi unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir.
“Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Kota Cirebon, pimpinan perangkat daerah, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan hingga perwakilan organisasi kepemudaan,” katanya.
Ia menyebutkan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah kerawanan di tengah masyarakat saat ini, agar tidak mudah terhasut dengan gerakan yang bisa memicu kerusuhan.
Pemerintah daerah, kata dia, telah menginstruksikan RT, RW, lurah, camat, hingga tokoh agama untuk terlibat aktif menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan Forkopimda sepakat mengintensifkan patroli keamanan di sejumlah titik. Para lurah dan camat diarahkan untuk memperkuat koordinasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga situasi damai.
“Deklarasi ini adalah kesepakatan kita menjaga Kota Cirebon tetap damai. Semua elemen harus ambil bagian,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi isu yang tidak jelas kebenarannya, baik di lapangan maupun di media sosial.
Menurut dia, percepatan pembangunan yang sedang dijalankan akan terganggu bila ada tindakan anarkis dari pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Karena itu, kami meminta masyarakat bersama aparat menolak segala bentuk provokasi,” ujarnya.
Sementara itu Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap mengatakan penanganan aksi massa harus dilakukan bijak, terukur, dan bertanggungjawab sesuai aturan yang berlaku.
“Peserta aksi tetap saudara kita, tetapi jika ada tindakan anarkis maka perlu penindakan tegas,” katanya.
Ia menegaskan keamanan Kota Cirebon merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya TNI, Polri, maupun pemerintah daerah.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar menambahkan kondisi keamanan Kota Cirebon saat ini relatif kondusif. Namun, pihaknya masih mengantisipasi adanya potensi kerawanan.
“Situasi hingga saat ini kondusif, tetapi kita tetap mewaspadai pergerakan kelompok anarko. Mereka kerap memanfaatkan momen untuk membuat kericuhan,” ucap dia.
