Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat mulai melaksanakan program penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila sebagai upaya mengembalikan fungsi sungai sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih tertata.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Jumat, mengatakan penataan Sungai Sukalila dilakukan secara bertahap dengan tahap awal berupa normalisasi aliran sungai dari kawasan muara.
“Hari Senin (26/1) pekan depan, tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila mulai dilakukan,” katanya.
Dia menjelaskan normalisasi sungai menjadi langkah penting sebelum pemerintah masuk tahap penataan lanjutan yang menyentuh aspek estetika dan kenyamanan kawasan.
Setelah normalisasi, katanya, kawasan Sungai Sukalila akan ditata dengan menghadirkan taman, jalur pedestrian, serta fasilitas pendukung aktivitas masyarakat.
Ia menyebutkan penataan tersebut mampu menjadikan Sungai Sukalila sebagai ikon baru Kota Cirebon sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Selain penataan fisik kawasan, pihaknya mengkaji rekayasa lalu lintas di sekitar Sungai Sukalila untuk mengurai kepadatan kendaraan.
“Arus lalu lintas akan kami atur agar tidak lagi terjadi penumpukan, terutama di sekitar kawasan Asia Toserba,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan penataan, pemerintah daerah menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung serta membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta.
Namun demikian, Edo menegaskan kontribusi pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai.
“Jika ada perusahaan yang ingin berkontribusi, silakan membangun fisik sesuai desain yang sudah disepakati, seperti taman atau jembatan penyeberangan,” katanya.
