Kota Bandung (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan inovasi teknologi pengeringan singkong berbasis energi surya guna mengatasi kendala pascapanen yang selama ini dihadapi petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di pedesaan.
Ketua pembimbing PM-BEM UPI, Selly Feranie, menilai inovasi tersebut menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif bagi masyarakat, dengan dukungan berbagai fakultas di lingkungan UPI.
“Perangkat ini dirancang dapat beroperasi meskipun kondisi mendung atau hujan karena dilengkapi sistem pemanas otomatis serta baterai penyimpan daya,” kata Selly di Bandung, Jumat.
Ia menjelaskan inovasi tersebut berangkat dari persoalan ketergantungan pada metode penjemuran menggunakan sinar matahari yang kerap menghambat proses pengeringan singkong.
“Karena bergantung pada kondisi cuaca, membutuhkan waktu lama, serta berpotensi menurunkan kualitas dan kebersihan produk,” katanya.
